Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di Wisma Danantara, Jakarta, bersama jajaran petinggi Danantara dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Dalam rapat tersebut, Presiden membahas berbagai program strategis nasional, mulai dari percepatan hilirisasi industri hingga pemanfaatan sampah menjadi energi atau waste to energy (WtE).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya di Jakarta, pada (17/4/2026), menjelaskan bahwa rapat digelar setelah Presiden menerima serangkaian laporan dari sejumlah pejabat negara serta memimpin agenda rapat di Istana Merdeka sejak siang hingga petang.
Sebelum menuju Wisma Danantara, Presiden terlebih dahulu menerima laporan dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Setelah itu, Presiden menerima Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, lalu Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak beserta jajaran pimpinan TNI AD.
Teddy, yang turut mendampingi Presiden dalam seluruh agenda di Istana Merdeka dan Wisma Danantara, menyampaikan bahwa rapat terbatas tersebut dihadiri sejumlah menteri dan pejabat strategis pemerintah.
Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.
Turut hadir pula Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Chief Technology Officer Danantara yang juga Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa.
Teddy menjelaskan, dalam rapat tersebut Presiden Prabowo menekankan pentingnya percepatan implementasi program prioritas pemerintah agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden membahas percepatan pelaksanaan program-program strategis nasional, termasuk di bidang pendidikan, ketahanan pangan, hilirisasi industri, serta pemanfaatan sampah menjadi energi,” ujar Teddy.
Menurutnya, rapat di Wisma Danantara juga menjadi forum strategis untuk mengintegrasikan hasil diplomasi luar negeri Presiden Prabowo ke dalam kebijakan domestik yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi pembangunan nasional.
“Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menindaklanjuti hasil penguatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara mitra, sekaligus mendorong sinergi lintas sektor guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan nasional ke depan,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo melakukan lawatan ke Rusia dan Prancis. Di Moskow pada 13 April 2026, Presiden bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Sehari berikutnya, Presiden melanjutkan kunjungan ke Paris untuk bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dalam pertemuan dengan Presiden Putin, kedua kepala negara menyepakati penguatan kerja sama jangka panjang di sektor energi.
Kesepakatan tersebut meliputi peluang investasi Rusia dalam pembangunan kilang minyak, fasilitas penyimpanan energi (storage), serta kerja sama pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia.
Pemerintah menilai hasil kerja sama internasional tersebut akan menjadi modal penting dalam mempercepat agenda transformasi ekonomi nasional, terutama di sektor energi, industri pengolahan, dan ketahanan ekonomi jangka panjang.
Ervinna



















_c2c6d9a88.jpg)





Komentar
Tuliskan Komentar Anda!
Komentar Presiden Pimpin Ratas di Wisma Danantara, Bahas Hilirisasi hingga Pengolahan Sampah Jadi Energi