MEDIA ONLINE

KORAN JAYA POS

Loading

Dugaan Carut Marut Manajemen Bobrok Konsumen Kecewa Layanan Bamboo Dimsum Kelapa Gading:Suguhi Menu Kosong

Dugaan Carut Marut Manajemen Bobrok Konsumen Kecewa Layanan Bamboo Dimsum Kelapa Gading:Suguhi Menu Kosong Dugaan Carut Marut Manajemen Bobrok Konsumen Kecewa Layanan Bamboo Dimsum Kelapa Gading:Suguhi Menu Kosong
KORANJAYAPOS.COM JAKARTA

Pengalaman buruk menimpa seorang konsumen berinisial F saat hendak menikmati santapan All You Can Eat (AYCE) bersama anak dan istrinya di Resto Bamboo Dimsum, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Minggu malam (5/4/2026). Alih-alih mendapatkan pelayanan prima, konsumen justru disuguhi kekosongan menu dan ketidakprofesionalan staf yang mencerminkan lemahnya manajemen internal resto tersebut.

Menu Unggulan Kosong Akibat 'Cuti Massal' Staf

Kekecewaan bermula saat menu andalan seperti Lomaykai dan berbagai varian Pao dinyatakan kosong. Berdasarkan investigasi langsung di lokasi, diketahui bahwa kekosongan ini terjadi karena dua chef spesialis, yakni Malik dan Danu, sedang mengambil cuti secara bersamaan.

Hanya tersisa dua orang staf di bagian produksi dari total enam orang yang seharusnya bertugas. Hal ini memicu pertanyaan besar mengenai perencanaan sumber daya manusia (SDM) di Bamboo Dimsum. Bagaimana mungkin sebuah resto AYCE membiarkan chef spesialisnya cuti berbarengan tanpa ada personel pengganti yang mumpuni?

Karyawan 'Amnesia' dan Inkonsistensi Informasi

Ketegangan memuncak saat konsumen mencoba meminta pertanggungjawaban manajemen. Seorang karyawan bernama Caca memberikan keterangan yang sangat kontradiktif. Awalnya, Caca menyarankan untuk menghubungi pemilik (owner) melalui ponsel milik karyawan lain bernama Fuji.

Namun, hanya berselang beberapa menit, saat ditanya mengenai siapa nama pemilik resto tersebut, Caca justru mengaku tidak tahu. Belakangan diketahui bahwa pemilik resto tersebut bernama Enci Mona.

SOP Manajemen Dipertanyakan

Sikap karyawan yang seolah-olah "amnesia" terhadap nama pimpinan mereka sendiri dianggap sebagai kegagalan fatal dalam edukasi staf. Dalam dunia korporasi maupun kuliner profesional, tidak mengetahui siapa pimpinan atau pemilik perusahaan adalah bukti nyata buruknya Standar Operasional Prosedur (SOP) dan komunikasi internal.

"Ini sangat fatal. Jika karyawan tidak tahu siapa yang mereka wakili, bagaimana mereka bisa memberikan pelayanan yang bertanggung jawab?" ujar konsumen berinisial F dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Bamboo Dimsum Kelapa Gading Timur dekat Bengkel Vespa belum memberikan pernyataan resmi terkait carut-marutnya pelayanan dan keterbatasan stok menu yang dikeluhkan pelanggan tersebut.

Redaksi

Jajak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?

  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Metropolitan

Pramono Anung Kunjungan Kerja ke 4 Negara, Promosikan Jakarta Sebagai Kota Global di Forum Kyoto, Jepang

Pramono Anung Kunjungan Kerja ke 4 Negara, Promosikan Jakarta Sebagai Kota Global di Forum Kyoto, Jepang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah menjalani kunjungan kerja ke empat negara di kawasan Asia dalam rangka memperluas kerja sama internasional

Advertisement
REDAKSI KORAN JAYA POS
Klik kanan dinonaktifkan.