SIAPA SOSOK 'AT' SEBENARNYA? BISA MEMICU KELANGKAAN BBM NASIONAL?
Dugaan intervensi dalam proses pengadaan dan rantai pasok minyak mentah di lingkungan Pertamina kian memanas. Sosok berinisial AT yang mengaku sebagai Staf Khusus Komisaris Utama (Komut) Pertamina diduga menjadi pengatur di balik layar.
Tak sekadar menjadi "bidak catur" perusahaan trader tertentu, AT bertindak sebagai jembatan komunikasi sentral yang menghubungkan Direktur Utama Patra Niaga dengan Komut, serta jajaran Wakil Presiden (VP) dengan Komut. Dengan posisi strategi ini, AT memegang kendali atas alur informasi dan keputusan krusial di tingkat pimpinan.
Laporan Menyebutkan bahwa AT kerap melontarkan intervensi hingga ancaman langsung kepada para pedagang dan rekanan Pertamina. Jika kepentingan pihak atau kelompoknya tidak diakomodasi, AT diduga tidak segan membatalkan kemenangan secara sepihak.
Dampak Fatal Bagi Rantai Pasok BBM
Pola intervensi dan tindakan diskriminatif ini membawa dampak besar:
* Monopoli & Distorsi Pasar: Menggeser pedagang profesional dan merusak iklim persaingan yang sehat.
* Ancaman Pasokan Minyak Mentah: Jika proses pengadaan di sub-holding (PT PPN) terganggu akibat kendali pihak ini, pasokan minyak mentah ke kilang-kilang Pertamina berada dalam bahaya.
*Krisis Kelangkaan BBM: Bermula dari intervensi tender, dampaknya bisa bermuara pada tersendatnya distribusi BBM nasional di masyarakat.
Praktik berdampak buruk pada kebijakan yang menuntut pembuktian dan penanganan tegas dari pihak yang berwenang sebelum berdampak pada ketahanan energi nasional.






















_c2c6d9a88.jpg)


Komentar
Tuliskan Komentar Anda!
Komentar AT: Staf Khusus Komut Rasa Dirut? Dalang di Balik Kisruh BBM Langka?